Rabu, 22 April 2015

Ikan Guppy

Merawat dan melihara ikan guppy



 Dari semua jenis ikan hias, para penggemar peternakan, tanpa diragukan lagi, ikan guppy adalah yang paling populer, paling dikagumi, berharga dan favorit menjadi petani, baik pemula, maju dan komersial. Tidak ada ikan akuarium yang memiliki banyak jenis selain ikan guppy.

Tidak ada ikan di penangkaran telah dibesarkan dengan sukses dari dataran danau-danau, ikan biasa-biasa saja, dalam keadaan liar, dengan ratusan spesies ekor mewah berwarna-warni dan eksotis sekarang ada yaitu ikan guppy.

Banyak penggemar sudah mulai melakukan budidaya ikan guppy hanya untuk bersenang-senang, dan sekarang telah menemukan jati diri mereka dan benar-benar terpesona akan keindahan ikan guppy, melalui pembiakan selektif, mereka telah mengembangkan berbagai ikan mewah dan benar-benar unik.

10 Cara Budidaya Ikan Guppy

Guppy atau ikan Poecilia reticulata adalah ikan yang mudah berkembangbiak. Habitat ikan guppy asli di danau dan sungai air yang tenang. Ikan ini juga dapat bertahan hidup di air payau yang memiliki kandungan garam tinggi.

Guppy yang berasal dari wilayah Amerika Tengah dan Selatan. Masuk ke Indonesia pada tahun 1920 sebagai ikan akuarium. Lalu pergi ke alam liar dan berkembang biak dengan cepat. Ikan Guppy dapat ditemukan di hampir semua air tawar di Indonesia.

Guppy Ikan populer sebagai ikan akuarium karena keindahan warna dan bentuk sirip. Terutama ikan jantan, karena hanya jantan yang memiliki sirip yang indah. Sedangkan ikan betina cenderung tikar dan kusam. Sama seperti ikan cupang.

Budidaya ikan Guppy tidak memerlukan infrastruktur yang mahal. Cukup dengan peralatan sederhana, kita dapat melakukan perkembangbiakan ikan ini. 

Berikut ini Adalah Langkah-Langkah Budidaya Ikan Guppy.

1. Peralatan budidaya ikan guppy

Berikut adalah peralatan yang dibutuhkan untuk budidaya ikan guppy, antara lain :
wadah / tempat, 
Aerator 
Tanaman air. 
Wadah untuk akuarium pemijahan ikan guppy bisa, seperti semen, atau bak plastik dan akuarium kaca.
Wadah atau tempat yang diperlukan untuk budidaya ikan guppy setidaknya empat fungsi, yaitu :

Pemisahan indukan 2 tempat, 
Pemijahan 1 tempat dilakunya perkawinan, 
Penetasan 1 tempat untuk penetasan, 
Pembibitan 1 peliharaan larva.
Ukuran luas wadah dapat bervariasi budidaya ikan guppy, disesuaikan dengan jumlah ikan yang akan dibudidayakan. Sedangkan ketinggian wadah minimal 30 cm, kecuali untuk tempat pembibitandiperlukan lebih tinggi dari 50 cm.

2. Proses Pemilihan Indukan Ikan Guppy

Perbedaan jantan dan betina dapat dilihat dari penampilan fisiknya. betina guppy ikan bentuk lebih bulat dengan warna yang cenderung kusam dan tidak memiliki sirip yang menjumbai. 

Sementara ikan jantan memiliki warna yang kontras dan bercahaya, tubuh lebih langsing dengan sirip menjumbai. 

Betina ukuran tubuh ikan yang umumnya lebih besar daripada pejantan. Indukan siap untuk pemijahan setidaknya usia 4 bulan. Warna dan bentuk ikan guppy sangat ditentukan oleh faktor genetik. Untuk mendapatkan hasil yang baik Pilih indukan unggul. 

Selain itu, petani juga dapat mencoba untuk memilih indukan guppy yang ideal untuk mendapatkan keturunan yang lebih baik.

3. Pemisahan Indukan

Sebelum pemijahan/pembenihan, pejantan dan betina dipisahkan terlebih dahulu. pejantan dan betina ikan guppy ditempatkan dalam wadah yang terpisah. Wadah diisi dengan air dan diganti setiap 1-3 hari. Pergantian air tidak perlu semua, hanya menghabiskan sepertiga dari air dan tambahkan air baru.

Berbeda dengan proses Perkawinan pada umumnya, pemisahan dilakukan sambil di beri makan yang bermutu tinggi dengan tujuan untuk mendapatkan banyak sperma untuk pembuahan. Berikan makanan seperti daphnia atau moina sebanyak 2 X sehari. Hal ini memungkinkan percepatan bila proses pemijahan berlansung.

4. Proses Pemijahan ikan guppy

Sebelum pemijahan berlangsung kita harus menyiapkan wadah terlebih dahulu, wadah pemijahan diisi dengan air bersih yang telah diendapkan minimal 24 jam. Air hingga kedalaman 25 cm pemijahan. 

Pemijahan padat penebaran wadah tidak lebih dari 30 individu / 100 liter air. Untuk ukuran akuarium lebar 1 x 0,5 meter, cukup untuk menampung 10 pejantan dan 20 betina ikan guppy. 

Jika memungkinkan menyediakan tanaman air seperti hydrilla untuk tempat ikan bercumbu. pemijahan ikan dapat dilakukan satu-satu atau dalam jumlah besar. Pemijahan dianjurkan karena lebih cepat, lebih ekonomis dan praktis. Komposisi pemijahan antara pejantan dan ikan betina biasanya 1: 5. Tapi jika Anda ragu semua perempuan dibuahi, komposisi dapat diubah 1: 2. Masukkan induk betina pertama di pagi hari. 

Kemudian pada sore hari bisa menempatkan induk jantan. Pada pemijahan, tidak semua ikan bertelur pada hari yang sama. Biasanya proses pemijahan dibiarkan berlanjut selama 4-7 hari. Perempuan segera dipisahkan dibuahi ke dalam wadah penetasan.

5. Proses Penetasan Benih

Penetasan wadah diisi dengan air bersih bersih dan diberi aerasi. Pemberian aerasi tidak terlalu kuat agar tidak mengganggu larva ikan. Kualitas air harus dijaga dengan mengganti air dengan air yang baru ketiga setiap 1-3 hari. Feeding untuk membendung setiap 2 hari dalam bentuk daphnia atau moina.

Embrio tumbuh dalam perut sampai siap untuk dilahirkan. Panjang kehamilan, mulai dari pemijahan sampai kelahiran berlangsung 3-4 minggu.

Ciri-ciri ikan guppy hamil dapat dilihat setelah 2 minggu proses pemijahan. Tanda daerah gelap di bagian bawah anus terdapat tanda bercak kelahiran dan perut sedikit meningkat. Jika tidak ada karakteristik hamil, mengambil indukan untuk pembibitan kembali.

Ikan guppy betina memiliki kemampuan untuk menyimpan sperma dalam tubuhnya. Sehingga perempuan bisa hamil sampai 1-3 kali dalam satu konsepsi. Waktu yang diperlukan dari pertama kehamilan kehamilan berikutnya sekitar 1-5 minggu. baca juga manfaat ikan salmon

Dalam satu kelahiran, ikan guppy dapat menghasilkan 3000-10000 telur akan tetapi telur belum tentu semua menetas sempurna. Remaja harus segera dipindahkan ke pendederan benih. Jika tidak, mungkin kelaparan orang tua makan.

6. Pendederan Benih

Kolam harus ditempatkan di ruang terbuka. Sinar matahari diperlukan untuk membentuk warna yang cemerlang pada ikan guppy. Biasanya mereka menggunakan akuarium berukuran 1 x 1 x 0,5 meter atau 2 x 2 x 0,5 meter sebagai wadah pembibitan.

Tambahkan tanaman air seperti hydrilla atau eceng gondok untuk berlindung. Berikan aerasi di akuarium. Isi akuarium dengan air sampai 40 cm. Air perlu diperbarui setiap 3 hari sekali.

7. Pemberian Makanan 

untuk ikan yang baru menetas tidak perlu di berikan makan tambahan terlebih dahulu karena masih terdat sisa makan yang masih menempel di perunya selama kurang lebuh 3-5 hari. Setelah itu, benih dapat diberikan makanan tambahan berupa Artemia ikan (udang-organisme) atau kutu air (Daphnia dan moina) yang telah disaring. Setelah lebih dari 20 hari, dapat di beri kuning telur rebus dan cacing sutra.

8. Ikan Siap Di Piara Dalam Akuarium 

Ikan yang sudah berumur 20 hari dapat dibedakan antara pejantan dan betina. Hanya ikan jantan yang dijual sebagai ikan hias. Sedangkan ikan betina yang digunakan sebagai idukan dan istirahat di kadang-kadang. Ikan Guppy bisa dikatakan matang dan mampu bersaing dengan kawanan setelah usia satu bulan.

Keberhasilan budidaya ikan guppy ditentukan oleh jumlah kelahiran ikan jantan. Karena hanya ikan jantan menarik sebagai ikan hias akuarium. Pria memiliki sirip yang lebar dan warna yang menarik. 

9. Penjualan Ikan 

Ikan dapat di pasarkan di pasar ikan hias atau melalui media online dan lain-lain untuk mendapat penghasilan dari budidaya ikan hias Ikan Guppy.

10. Selamat Mencoba 



Ikan Komet

Merawat dan melihara ikan komet



Cara pemijahan ikan komet (Carassius auratus-auratus) adalah sejenis ikan yang dibudidayakan sebagai ikan hias, ikan komet memiliki bentuk yang variatif dengan pola dan warna yang unik. Ikan komet termasuk kerabat Cyprinidae , dengan warna yang unik seperti cara pemijahan budidaya ikan mas, dan Cara pemijahan ikan mas koki mutiara.  Adapun jenis-jenis ikan mas konsumsi yang perlu diketahui.

Ikan komet bertelur banyak, ikan ini bertelur sembarangan dan diserakkan bisa ditanaman air atau dijatuhkan di dasar perairan. Ikan komet dapat sering terkena penyakit jika kondisi kolam cepat kotor, sebab yang sering muncul dikarenakan ikan komet banyak membuang kotoran yang dapat menjadikan kolam cepat kotor. Ikan komet (carassius auratus-auratus) merupakan jenis ikan yang hidup diperairan tawar dengan kondisi perairan tenang dengan udara sejut.


Reproduksi Ikan Komet
Secara alami, pemijahan terjadi pada tengah malam sampai akhir fajar. Menjelang memijah, induk-induk ikan mas aktif mencari tempat yang rimbun, seperti tanaman air atau rerumputan yang menutupi permukaan air. Substrat inilah yang nantinya akan digunakan sebagai tempat menempel telur sekaligus membantu perangsangan ketika terjadi pemijahan.

Sifat telur ikan Komet adalah menempel pada substrat. Telur ikan Komet berbentuk bulat, berwarna bening, berdiameter 1,5-1,8 mm, dan berbobot 0,17-0,20 mg. Ukuran telur bervariasi, tergantung dari umur dan ukuran atau bobot induk. Embrio akan tumbuh di dalam telur yang telah dibuahi oleh spermatozoa. Antara 2-3 hari kemudian, telur-telur akan menetas dan tumbuh menjadi larva. Larva ikan Komet mempunyai kantong kuning telur yang berukuran relatif besar sebagai cadangan makanan bagi larva. Kantong kuning telur tersebut akan habis dalam waktu 2-4 hari.

Larva ikan Komet bersifat menempel dan bergerak vertikal. Ukuran larva antara 0,50,6 mm dan bobotnya antara 18-20 mg. Larva berubah menjadi kebul (larva stadia akhir) dalam waktu 4-5 hari. Pada stadia kebul ini, ikan Komet memerlukan pasokan makanan dari luar untuk menunjang kehidupannya. Pakan alami kebul terutama berasal dari zooplankton, seperti rotifera, moina, dan daphnia. 

Kebutuhan pakan alami untuk kebul dalam satu hari sekitar 60-70% dari bobotnya. Setelah 2-3 minggu, kebul tumbuh menjadi burayak yang berukuran 1-3 cm dan bobotnya 0,1-0,5 gram. Antara 2-3 minggu kemudian burayak tumbuh menjadi putihan (benih yang siap untuk didederkan) yang berukuran 3-5 cm dan bobotnya 0,5-2,5 gram. Putihan tersebut akan tumbuh terus. Setelah tiga bulan berubah menjadi gelondongan yang bobot per ekornya sekitar 100 gram.

Ikan Koi

Merawat dan melihara ikan koi

Bila anda ingin memelihara ikan koi, kita tentu harus dapat merawatnya dangan baik supaya ikan koi tetap sehat dan terlihat bagus. Dengan perawatan yang baik ikan koi akan tumbuh dengan sehat, bertambah besar dan tentu kelihatan menarik. Merawat ikan koi bukanlah hal yang sulit, terutama bagi yang sudah terbiasa merawatnya. Namun demikian akan lain bila kita masih baru dalam hal merawat ikan koi.




Perawatan ikan koi yang salah bisa menyebabkan kematian ikan itu sendiri. Sangat disayangkan, mahal mahal kita beli ikan koi tapi begitu beberapa hari di rawat tapi malah mati.

Cara Merawat ikan Koi.

Pemberian Pakan
Pakan berfungsi selain untuk membantu pembentukan tubuh ideal dan mencemerlangkan warna pada ikan koi, juga sebagai media perantara untuk mengobati ikan koi yang sakit. Jenis pakan yang diberikan bisa berupa pakan alami atau pakan pakan buatan. Yang terpenting pakan tersebut mengandung gizi seimbang sesuai dengan kebutuhan ikan koi. Pakan sebaiknya diberikan dua kali sehari, pagi dan sore agar kebutuhan gizi ikan koi terpenuhi.
Menjaga Kualitas Air
Filter empat lapis juga perlu dipasang untuk menjaga kebersihan dan kelancaran pasokan air. Filter empat lapis adalah filter yang terdiri dari filter pertama yang terdiri dari kerikil, pasir, dan ijuk yang berfungsi menyaring sampah dan Lumpur yang mengotori kolam.
Filter kedua berupa karbon zeolit yang berfungsi menghilangkan racun, bau tak sedap, dan membunuh bibit penyakit. Filter ketiga berupa pestisida yang tak mematikan bakteri pengurai yang berperan dalam proses penjernihan air kolam. Sedangkan filter keempat berupa tanaman atau bebatuan yang dapat mengikat kotoran.

Ikan Mas Koki

Merawat dan melihara ikan mas koki

Ikan maskoki mempunyai ciri-ciri yg khas yakni amat rawan pada kandungan ammonia terlarut di dalam air. perihal inilah yang sering kali bikin persepsi di kelompok umur pengagum ikan hias bahwa memelihara ikan mas koki tersebut sulit karena gampang mati.

Untuk menangani problem karena kadar amonia terlarut tersebut, ada 2 hal yang bisa dikerjakan :
Menetralisirnya, atau mengganti airnya. menetralisir kandungan ammonia bisa menggunakan biofiltrasi 
Menumbuhkan lumut air, yg dapat menyerap zat yg bisa meracuni ikan tersebut (Baik dalam usaha budidaya)
Siapa yang tak kenal dengan ikan mas koki, ikan yang gendut dan lucu ini memang merupakan binatang peliharaan yang paling populer dan sangat digemari. 

Pemakaian gelembung udara karena ikan koki sangat membutuhkan oksigen dalam akuarium, tapi dalam memilihnya disesuaikan jika letak akuarium dikamar usahakan membelinya yang ukuran kecil agar tidak berisik dan tidak mengganggu saat tidur. Terakhir, pencahayaan sangat penting karena kurang menarik jika tidak ada cahaya dalam akuarium. 


Berikut adalah langkah-langkah untuk merawat Ikan mas Koki:

Ikan koki sangat membutuhkan gelembung udara maka akuarium harus tersedia air pump (penghasil gelembung udara akuarium). Jika menggunakan berbagai hiasan akuarium atau alas (pasir atau batu-batuan) cucilah terlebih dahulu sampai benar-benar bersih dan air tidak keruh.

Beri makan cukup 1x sehari dan jangan terlalu banyak (tergantung jumlah ikan yang dimiliki) agar ikan lebih agresif.

Biofiltrasi
Tehnik biofiltrasi yg baik datang dari penggemar ikan koi. kunci dari tehnik ini.Yaitu pemakaian media filtrasinya. di antara media terbaik yaitu menggunakan matt sintetis buatan jepang, yg sekarang ini banyak didapati di toko ikan hias.
Fungsi dari media ini dapat melakukan penyaringan kotoran ikan dan menahannya, hal ini dapat merangsang perkembangan dari bakteri nitrobacter didalamnya. Aerasi yang digunakan mesti cukup banyak serta waktu biofilter tersebut sudah berjalan, maka environment akuarium/ kolam ikan tersebut telah jadi stabil.

Untuk hobiis yg malas menguras air akuarium, metode ini pastinya amat pas, dikarenakan tidak membutuhkan pengurasan air yang terlalu sering. tetapi demikianlah kelemahan yg ada yaitu bahwa dengan air tidak dulu diganti, mengakibatkan zat/mineral yg dibutuhkan ikan menjadi kurang, karena zat tersebut ada di dalam air yang masih baru, sehingga bisa mengakibatkan ikan warnanya jadi kurang cerah. Tehnik ini dapat disertai dengan penggantian air parsial dengan teratur.

Kuras air akuarium sekitar satu bulan sekali (tergantung berapa lama air dapat bertahan)
Pada saat menguras akuarium sebelum dibuang ambil dahulu sekitar satu gayung air yang ada di akuarium. Lalu ambil ikan koki menggunakan jaring atau jala (jangan pakai tangan).
Letakkan ikan di air akuarium yang sudah diambil dalam gayung, kemudian bersihkan akuarium bisa dengan sikat atau spon pembersih.
Jika sudah, isi kembali akuarium dengan air baru, kemudian masukkan ikan koki bersama dengan air yang masih ada di gayung tadi. Hal ini untuk mencegah ikan koki stress dan supaya bisa cepat adaptasi lagi. Ulangi langkah-langkah diatas secara berkala dan rutin.